Minggu, 24 Oktober 2010

Keberanian yang Dapat Mengubah Kehidupan

"Tears will not erase your sorrow; hope does not make you successful;
courage will get you there."
- Air mata tidak akan menghapus dukamu; berharap tidak akan membuatmu
sukses; hanya keberanian yang bisa membawamu kesana.
Johni Pangalila

Setiap hari kita mempunyai peluang yang menguntungkan, entah itu
dalam skala kecil maupun besar. Bila kita cukup berani, maka peluang-
peluang tersebut akan menjadi keberuntungan yang besar. Sebab
keberanian akan menimbulkan aksi yang signifikan.

Keberanian adalah suatu sikap untuk berbuat sesuatu dengan tidak
terlalu merisaukan kemungkinan-kemungkinan buruk. Aristotle
mengatakan bahwa, "The conquering of fear is the beginning of wisdom.
Kemampuan menahklukkan rasa takut merupakan awal dari kebijaksanaan."
Artinya, orang yang mempunyai keberanian akan mampu bertindak
bijaksana tanpa dibayangi ketakutan-ketakutan yang sebenarnya
merupakan halusinasi belaka. Orang-orang yang mempunyai keberanian
akan sanggup menghidupkan mimpi-mimpi dan mengubah kehidupan pribadi
sekaligus orang-orang di sekitarnya.

Beberapa abad yang silam Virgil mengatakan, "Fortune favors the
bold. - Keberuntungan menyukai keberanian." Marilah kita belajar dari
para tokoh olah raga yang mempunyai prestasi berskala internasional,
yaitu Carl Lewis, Michael Jordan, Marilyn King dan lain sebagainya.
Mereka mempunyai keberanian yang tinggi untuk menepis segala
kekhawatiran akan keterbatasan dalam diri mereka. Karena itulah
mereka mampu berprestasi di bidang olah raga dan tampil sebagai tokoh
yang berkarakter.

Kita juga mempunyai peluang yang sama besar di bidang yang sama
ataupun di bidang lain, misalnya di bidang seni, politik, bisnis,
ilmu pengetahuan, filsafat dan lain sebagainya. Tetapi apakah kita
sudah mempunyai cukup keberanian menangkap peluang yang datang setiap
hari itu dan mengubahnya menjadi prestasi hidup?

Hanya diri kita yang mampu mengukur apakah keberanian kita cukup
besar? Marilyn King mengatakan bahwa keberanian kita secara garis
besar dipengaruhi oleh 3 hal, yaitu visi (vision), tindakan nyata
(action), dan semangat (passion). Ketiga hal tersebut mampu mengatasi
rasa khawatir, ketakutan, dan memudahkan kita meraih impian-impian.

Berdasarkan visi atau tujuan yang ingin kita capai, satu hal yang
terpenting adalah kita harus menciptakan kemajuan. Menurut Vince
Lombardi, seorang pelatih rugby ternama di dunia, upaya menciptakan
kemajuan akan berjalan secara bertahap. Adanya perubahan menjadikan
diri kita berani membuat kemajuan yang lebih besar. Karena itu
Anthony J. D'Angelo menegaskan, "Don't fear change, embrace it. -
Jangan pernah takut pada perubahan, tetapi peluklah ia erat." Maka
perjelas visi, supaya berpengaruh signifikan terhadap keberanian.

Sementara itu, peluang datang terkadang dengan cara yang tidak
terduga. Samuel Johnson mengatakan bahwa, "Whatever enlarges hope
will also exalt courage. - Apapun yang dapat memperbesar harapan,
maka ia juga akan meningkatkan keberanian." Artinya, tindakan kerja
untuk mengubah peluang akan meningkatkan harapan sekaligus keberanian
memikirkan kemungkinan-kemungkinan terbaik atau menanggung resiko
kegagalan sekalipun. Jika sudah mengetahui secara pasti apa yang kita
inginkan dan sudah melakukan tindakan, maka hal itu akan meningkatkan
keberanian untuk tidak pernah menyerah sebelum benar-benar berhasil.

Faktor ketiga yang berpengaruh terhadap tingkat keberanian adalah
semangat (passion). Mungkin kita akan terinspirasi semangat seorang
olah ragawan Carl Lewis. Dirinya tidak merasa khawatir atau takut
akan mengalami kekalahan dalam pertandingan karena ia mempunyai
semangat yang tinggi. Semangat Carl Lewis memompa keberaniannya
melewati bermacam kesulitan, sehingga ia berhasil meraih 22 medali
emas diantaranya : 9 dari olimpiade/Games, 8 dari World Championship,
2 dari Pan America Games.

Ayahnya adalah orang yang paling berjasa dibalik keberaniannya itu.
Ayahnya adalah orang yang tidak pernah bosan memberikan dorongan
motivasi. Sehingga ketika ayahnya meninggal dunia pada tahun 1987
akibat serangan penyakit kanker, Carl Lewis menguburkan salah satu
medali emas dari perlombaan lari 100 m yang paling disukai ayahnya.
Dia berjanji untuk mendapatkan kembali medali itu. Semangat Carl
Lewis meningkatkan keberaniaannya menembus halangan, hingga ia
kembali berhasil mengumpulkan 9 medali emas beberapa tahun kemudian.

Carl Lewis adalah salah satu contoh orang sukses. Ia mempunyai
keberanian yang tinggi untuk melakukan sesuatu yang tidak bisa atau
tidak akan pernah dikerjakan oleh orang-orang yang biasa-biasa saja.
Mereka konsisten menciptakan kemajuan terus menerus. Ekhorutomwen
E.Atekha menerangkan, "All you need to keep moving is your ability to
keep being courageous. - Segala sesuatu yang menggerakkan dirimu
adalah kemampuanmu untuk memacu keberanian." Mereka senantiasa
mempunyai keberanian yang tinggi untuk mengubah kehidupan karena
mereka mempunyai visi, melakukan aksi dan mempunyai semangat yang
luar biasa.*

Sumber: Keberanian yang Dapat Mengubah Kehidupan oleh Andrew Ho

Sabtu, 23 Oktober 2010

Refleksi Penelitian di Indonesia


Pada negara-negara yang telah mengalami kemajuan Iptek, paper ilmiah yang dipublikasikan di jurnal internasional merupakan salah satu ukuran penting untuk mengukur kualitas penelitian. Di beberapa negara maju seperti Jepang, Inggris dan Amerika, jumlah dan kualitas paper ilmiah yang dipublaksikan tersebut bahkan dijadikan salah satu ukuran untuk menentukan berapa besar dana penelitian yang akan diberikan pada laboratorium tersebut. Paper ilmiah dianggap cukup mewakili penilaian kualitas penelitian, mengingat paper tersebut akan diuji oleh para peneliti yang berkompeten di bidangnya sebelum dinyatakan layak untuk dipublikasikan dalam jurnal ilmiah tersebut.
Majalah ternama ilmu pengetahuan Nature terbitan 21 Juli 2005 memuat sebuah artikel menarik tentang perkembangan penelitian yang sangat pesat dari negara-negara di Asia. Data tersebut melaporkan pesatnya pertumbuhan publikasi ilmiah yang ditunjukkan oleh negara di Asia Pasific pada tahun 2004 yang mencapai 25% dari total paper ilmiah yang terbit di seluruh dunia. Jumlah ini jauh meningkat dari tahun 1990 yang hanya sebesar 16%. Meskipun jumlah tersebut masih dibawah Eropa yang mempublikasikan paper sebanyak 38% dan Amerika Serikat sebesar 33% dari total paper ilmiah di dunia, pertumbuhan yang pesat dari negara-negara di Asia pasific merupakan “ancaman” baru bagi Eropa dan Amerika.
Analisis dari National Science Foundation (NSF), sebuah lembaga ilmu pengetahuan bergengsi milik pemerintah Amerika, menyatakan bahwa jumlah peper ilmiah yang dihasilkan oleh Amerika cenderung tetap dari tahun ke tahun dalam dekade terakhir ini, sedangkan negara-negara lain mengalami peningkatan. NSF menyatakan bahwa Cina, Korea Selatan, Singapore, dan Taiwan memiliki pertumbuhan yang paling tinggi dianatara negara-negara Asia lainnya, di samping Jepang yang memang sudah sejak lama memiliki tradisi kuat mempublikasikan paper ilmiah. NSF mencatat pertumbuhan publikasi hasil riset di Cina antara tahun 1998 sampai 2001 mencapai lima kali, Singapura dan Taiwan enam kali, dan Korea Selatan bahkan mencapai 14 kali. Sementara itu Amerika Serikat hanya mencapai 1.1 kalinya dan eropa 1.6, sementara total pertumbuhan di dunia sebesar 1.4 kali.
Kondisi pertumbuhan penelitian yang pesat ini membuat “kekhawatiran” di kalangan peneliti di Eropa bahwa kiblat ilmu pengetahuan akan berpindah ke benua Asia. Komisi Uni Eropa bahkan menyatakan sangat mungkin bagi Eropa untuk gagal memenuhi tujuan-tujuan pengembangan risetnya dengan pertumbuhan seperti ini. Van Bubnoff dalam artikel di majalah Nature bahkan menyatakan jika pertumbuhan riset di negara-negara Asia tetap seperti ini, dalam enam sampai tujuh tahun ke depan diyakini posisi Amerika di tempat kedua akan mampu digeser oleh Asia dalam jumlah publikasi paper ilmiah. Meskipun secara umum kualitas paper ilmiah Asia masih mungkin berada di bawah negara Eropa dan Amerika, kondisi pertumbuhan seperti ini dianggap mampu merangsang dan menciptakan kondisi kondusif bagi peneliti di negara-negara Asia Pasific untuk makin meningkatkan kualitas paper ilmiahnya. Dan bukannya tidak mungkin sedikit demi sedikit kualitas paper ilmiah dari negara Asia pun akan bisa mengungguli hasil riset dari Eropa dan Amerika.

pencairan es di bumi

pencairan es di bumi

Greenland adalah sebuah pulau yang pada permukaannya terhampar berkilo-kilometer persegi salju atau es. Greenland ini juga merupakan salah satu penyimpan es terbesar di bumi setelah antartika. Menurut riset para ilmuwan, Greenland terkena imbas dari pemanasan global, yaitu mencairnya permukaan es di Greenland. Para ilmuwan memperkirakan jika es di Greenland terus mencair maka permukaan laut akan naik dan dapat membanjiri daerah pesisir pantai. Jika itu terjadi, maka orang-orang yang biasa tinggal di tepi pantai harus mengungsi untuk mendapat rumah baru.
Antartika dikhawatirkan mencair
seluruhnya karena Global
Warming.
Bagaimanakah pencairan es di Greenland bisa terjadi? Pencairan es di Greenland sebenarnya wajar terjadinya, tetapi diimbangi oleh pembentukan di puncak gletser yang merupakan sumber es. tetapi karena pemanasan global, gletser yang mencair jauh lebih banyak dibandingkan dengan gletser yang terbentuk. Itulah yang menyebabkan es atau gletser di Greenland semakin sedikit.
Proses pencairan es di Greenland diawali oleh pecahnya balok-balok es raksasa di Greenland. Greenland dapat terpecah-pecah karena sifat air yang membeku. Sifat tersebut adalah bertambahnya volume air pada saat menjadi es. Pada permukaan gletser di Greenland, terdapat celah-celah yang mencapai dasar gletser. Es yang mencair akan menjadi air dan masuk ke celah-celah gletser ini. Air yang masuk ke celah-celah ini kemudian membeku. Air yang membeku memiliki volume yang lebih besar daripada saat bentuk cair sehingga air yang membeku ini mendorong es disekitarnya dan membuat gletser di Greenland pecah.
Para ilmuwan merasa kesulitan untuk mencegah hal ini karena untuk menghentikan pencairan ini, maka harus menghentikan pemanasan global. Untuk itu dunia sedang mengusahakan pengurangan emisi gas buang dari perindustrian terutama dari negara-negara maju.
Selain di Greenland, Antartika juga semakin terancam oleh pemanasan global. Proses pencairan es di Antartika berlangsung lebih cepat karena seluruh permukaan antartika merupakan es tidak seperti di Greenland. Hal ini menyebabkan bertambahnya kecepatan pencairan dikarenakan sifat es yang lainnya, yaitu es lebih mudah bergerak di atas permukaan cair dibandingkan di atas permukaan padat.
Di Greenland, gletser berada di atas permukaan padat, tetapi di antartika es langsung berada di atas air. Es yang berada di atas air mengalami gerakan yang lebih cepat dibandingkan es yang berada di atas permukaan padat. Ini menambah faktor yang menyebabkan es pecah. Jika es di antartika pecah, maka balok es raksasa akan terapung di laut dan mengalami pencairan lebih cepat karena volumenya lebih kecil.

Rabu, 20 Oktober 2010

Asuransi Kesehatan

Ada beberapa realita yang mendorong Indonesia menjadi sangat menarik bagi para investor di sektor jasa asuransi kesehatan (health insurance), termasuk bagi para investor asing.
Pertama, perhitungan untuk pasar sektor jasa asuransi kesehatan di negeri ini cukup besar. Di suatu sisi, pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi telah meningkatkan kemampuan masyarakat untuk membayar premi jasa asuransi kesehatan. Sementara itu di sisi lain, akibat berbagai kebijaksanaan seperti izin penanaman modal di sektor kesehatan serta kebijaksanaan swadana RS pemerintah, jasa pelayanan kesehatan juga menjadi makin mahal. Sebagai komoditi jasa lainnya, perhitungan ekonominya pun makin menonjol mengikuti mekanisme pasar. Dengan demikian masyarakat tanpa mengikuti program asuransi kesehatan akan semakin terbatas kemampuannya untuk dapat membayar biaya sakit.
Kedua, hadirnya undang-undang yang melandasi usaha asuransi kesehatan, khususnya UU No. 2/1992 tentang Usaha Perasuransian dan UU no. 23/1992 tentang Kesehatan, serta UU no. 3/1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja. Melalui UU no. 2/1992, asuransi kesehatan dimungkinkan sebagai bagian dari asuransi jiwa atau asuransi kerugian.
Karena potensi pasar di sektor jasa asuransi kesehatan meningkat, dengan sendirinya banyak perusahaan asuransi jiwa dan kerugian, termasuk PMA, berminat melengkapi usahanya dengan menjual paket asuransi kesehatan. Dapat dibayangkan, berapa banyak program asuransi kesehatan yang bakal ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan itu. Sementara itu, dengan UU no. 23/1992, dibuka kemungkinan bagi badan-badan usaha untuk memberikan jasa jaminan pemeliharaan kesehatan melalui program JPKM (Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat). Kemudian melalui UU no. 3/1992 terbuka program jaminan pemeliharaan kesehatan, sebagai bagian dari program jamsostek bagi tenaga kerja, yang penyelenggaraannya dilaksanakan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ketiga UU itu memiliki pembina teknis yang berbeda, masing-masing adalah Departemen Keuangan, Departemen Kesehatan dan Departemen Tenaga Kerja.
Ketiga, cakupan program asuransi kesehatan yang dinilai masih sangat rendah dibanding kemampuan ekonomi dan besarnya penduduk. Dewasa ini, berdasar laporan Bank Dunia (1993), program asuransi kesehatan baru mencakup sekitar 13 persen penduduk Indonesia. Sekadar perbandingan, dengan pendapatan yang hampir sama (1993), cakupan di Philipina sudah mencapai sekitar 38 persen penduduk. Dengan masih rendahnya cakupan program asuransi kesehatan, serta besarnya potensi ekonomi Indonesia, pertumbuhan program asuransi kesehatan diperkirakan mempunyai peluang yang baik. Dengan paparan realita di atas, di masa depan diperkirakan persaingan disektor usaha asuransi kesehatan akan semakin sengit.
Asuransi Kesehatan adalah asuransi yang memberikan penggantian Biaya Kesehatan. Jangan salah, yang termasuk Biaya Kesehatan sebetulnya ada tiga:
1. Pemeliharaan Kesehatan, seperti check up kesehatan, pembelian makanan kesehatan maupun vitamin.
2. Perawatan, yaitu apabila Anda mengalami sakit, sehingga harus mengeluarkan uang untuk dokter atau rawat inap di RS, serta operasi (Rawat inap, Rawat Jalan, Operasi).
3. Pengobatan, yaitu apabila Anda mengalami sakit dan harus membeli obat.
Nah, Asuransi Kesehatan tidak mengganti Biaya Pemeliharaan Kesehatan. Dia hanya mengganti Biaya Perawatan dan Biaya Pengobatan.
Banyak Asuransi Kesehatan yang dijual dengan cara ditempelkan ke produk Asuransi Jiwa. Tetapi banyak juga yang dijual secara terpisah, dengan cara pembayaran bulanan atau tahunan. Bila tidak terjadi risiko apa-apa, kontrak selesai. Tidak ada pengembalian premi.